Statis

Kotak Semu Diri

Posted on

Diakui ato tidak
Disadari ato tidak .,

seringkali kita dihadapkan pada kenyataan bahwa hidup tidak berjalan seperti yang kita inginkan, terlebih dengan banyaknya cercaan, hinaan yang hinggap di diri tanpa bisa kita filter 😦

Bahkan tidak jarang kita terbuai dengan beragam perkataan teman, pendapat keluarga dan opini tetangga yang mengungkung diri untuk berdamai dengan perubahan, dimana secara tidak langsung membuat kita men”judge” bahwa kita tidak lebih dari apa yang mereka katakan lebih2 jika kegagalan seolah tidak pernah absen datang bertamu 😆

ehmmm ,
memang di satu sisi kita butuh akan support, petuah, nasehat ato hanya sekedar share, tapi acapkali pula kita memakan mentah2 perkataan, pendapat dan opini yang kita terima hingga dengan sadar kita menolak hasil pemikiran sendiri karena dirasa kurang meyakinkan atau malah dengan sengaja memang sudah tidak percaya 😕

Vonis negatif terhadap diri benar2 telah memaksa kita membangun sebuah Kotak Semu yang secara perlahan membatasi beragam ruang pergerakan dan pemikiran kita sehingga dengan sadar kita akan selalu berkata bahwa “aku tidak bisa 😦 ”

yupzzz .,
Demi menatap masa yang terus berjalan bersama berlulanya sang masa yang tiada mungkin kembali, mari kita mencoba tuk membebaskan diri dan keluar dari Kotak Semu yang selama ini membelenggu. Sudah saatnya kita beranikan diri tuk “Melompat Lebih Tinggi” guna menghadapi hidup dan kehidupan karena “KITA ADALAH APA YANG KITA FIKIRKAN” (Earl Natinghle) dan dikarenakan “COGITO ERGO SUM” (Descartes ~ Aku Berfikir maka Aku Ada) 😛

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka. QS 13:11

Tentang Statis

Posted on Updated on

Seorang kawan pernah bilang kala kita ngobrol bareng sambil melepas lelah di sebuah warung kopi di daerah dekat sekolah 😉

“Sikap statis dan stagnan timbul dikarenakan kita tereduksi oleh 2 pola berpikir yang benar2 meredam kepekaan dan keperkasaan lobus frontal hingga kita pun takut tuk melangkah dan berbuat sesuatu”

  1. Kita hidup di bawah bayang2 masa lalu
  2. Kita hidup terbuai angan2 masa depan

dan tanpa sadar sebenarnya selama 2 hari ini aq telah terjerat dan terkontaminasi both of thinking’s pattern hingga membuat kinerja hipotalamus otakku tak beraturan” 😦