pahlawan

Sajak IBU

Posted on

Berapa banyak yang sanggup menyuapkan ibunya..
Berapa banyak yang sanggup meLAP muntah ibunya..
Berapa banyak yang sanggup mengganti lampin ibunya..
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya..
Berapa banyak yang sanggup membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya..
Berapa banyak yang sanggup berhenti bekerja untuk menjaga ibunya..
Dan .. akhir sekali …

Berapa banyak yang mendo’akan JENAZAH ibunya..

ibuAku mempunyai pasangan hidup …
Aku mempunyai ibu …

Saat senang aku cari pasanganku …
Saat sedih baru cari ibuku …

Saat sukses aku seritakan pada pasanganku …
Saat gagal aku ceritakan pada ibuku …

Saat bahagia aku peluk erat pasanganku …
Saat sedih aku peluk erat ibuku … Read the rest of this entry »

Advertisements

Ibu . ..

Posted on Updated on

Hari ini setaon yang lalu (22/12/2009), aq mengurai kata yang q awali dengan pertanyaan kenapa dan apa .? dan seorang sahabat berkata dengan bijak “tak perlulah pertanyaan kenapa dan apa itu

Hari ini setaon yang lalu, ku urai kisah dengan pertanyaan tentang kebahagiaan hati dan sang sahabat berkata “aq berterimakasih pada siapa pun itu, Sang Penggagas 😉

Hari ini setaon yang lalu, ku rajut cerita akan SOSOK yang BERKEBALIKAN dan untuk kesekian kali sang sahabat bijak yang bijaksana dalam kebijakannya itu berkata “aq sayang ibu.. ibuku, ibu juara satu seluruh dunia..

Tidak ada apapun di dunia nan fana ini yang bisa menggambarkan JASAmu, Ibu .. …”

Hari Pahlawan

Posted on Updated on

Hari ini kemaren .. .
Puluhan tahun yang lalu semua bermula ., jiwa2 patriotis para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan dari tangan penjajah beserta koloni dan antek2nya meresap membasahi relung2 hati dan jiwa para generasi muda tuk terus meneruskan perjuangan mereka 😉

Berbekal semangat para pejuang yang tak pernah padam ., hari ini semua civitass SMA TA’MIRIYAH Surabaya mengapresiasikannya dengan beragam acara bertemakan “kepahlawanan” 🙂 Read the rest of this entry »

Hari Ibu

Posted on Updated on

Hari Ibu
Ada apa dengan hari ibu❓ kenapa harus dirayakan dan diperingati ❓ mang siap penggagasnya ❓ kenapa juga harus tanggal 22 Desember ❓ momen apa yang diinginkan ❓ adakah motif dibalik itu semua ❓

Hari Ibu
bahagialah hati seorang ibu ..

tapi,
bagaimana dengan sosok ibu yang dengan sengaja menjual anaknya sendiri, menelantarkannya, membakar dan membunuh darah dagingnya 😥 adakah perayaan itu juga teruntukkan bagi para ibu itu ❓ ataukah mereka tidak berhak ❓

kalau tidak .. bukankah mereka tetap sosok seorang ibu ❓ Read the rest of this entry »

Arti Kepahlawanan

Posted on Updated on

Bangsa yang BESAR adalah Bangsa yang MENGHARGAI jasa para Pahlawannya

Sebuah semboyan yang tlah terpatri sedari Madrasah itu seolah luntur ketika tau bahwa untuk menjadi Pahlawan ternyata harus ada embel-embelnya. Hal ini diperkuat dg peristiwa diakuinya Bung Tomo (pengobar semangat arek2 Soerabaya pada peristiwa 10 November 1945) pada acara peringatan Hari Pahlawan ke-63 bersama M.Natsir dan KH. Abdul Halim 10 November 2008 kemarin.

Menapaktilasi sejarah kemerdekaan 63 tahun lalu dimana para penjajah secara bergantian hilir mudik menjamah bumi pertiwi ini dan mencuatkan sisi kepahlawanan para pejuang di seantero negeri seperti :

  • Teuku Umar
  • Diponegoro
  • Sultan Hasanuddin
  • R.A Kartini
  • Pattimura
  • Jendral Sudirman
  • Pangeran Antasari
  • dll…

dan sebagai bentuk apresiasi atas segala yang telah mereka lakukan demi Ibu Pertiwi segenap masyarakat negeri pun menganugerahkan mereka sebutan “Pahlawan Nasional“.

“1000 tanda tangan untuk mendukung Bung Tomo sebagai Pahlawan Nasional

Tapi ketika dikaitkan dengan peristiwa Bung Tomo yang juga berjasa atas berkorbarnya semangat heroik para pemuda Surabaya ketika melawan tentara Belanda, rasa penganugerahan pun seolah menguap dan berlarut-larut hingga menimbulkan beragam tanya karena proses yang dinilai terlalu lama dan panjang (27 tahun), walaupun akhirnya pada tanggal 7/11/2008 presiden SBY menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional dan Bintang Mahaputera Adipradana sesuai Keputusan Presiden Nomor 041/TK/TH.2008 tanggal 6 November 2008.

Moga kejadian ini menjadi I’tibar trutama bagi proses regenerasi para tunas2 bangsa sehingga rasa apresiasi terhadap para pahlawan masih terpatri di relung hati mereka yang paling dalam.