Filosofi Wortel

Posted on

Pernahkah kita memperhatikan Nenek, Ibu, Istri, Anak, Saudara atau siapapun yang lagi memasak sup yang mengandung wortel ., misal : “Sayur SOP

Setelah dibersihkan, wortel2 itu akan dimasukkan pada air yang sudah dididihkan sebelumnya bersama bahan2 lainnya. Tapi pernahkah kita perhatikan adanya perubahan pada wortel yang jika sebelum dimasak terlihat begitu keras dan kokoh, tapi setelah matang berubah jadi begitu lemah dan lunak😕

Analogi diatas bisa kita terapkan dalam kehidupan, dimana wortel adalah diri kita dan air yang mendidih adalah pelbagai permasalahan yang datang bertamu silih berhanti.

HIDUP

  • tidak selamanya mudah
  • tidak selamanya mulus
  • tidak selamanya nyaman
  • terkadang ., menjadi begitu sangat susah
  • terkadang ., menjadi begitu sangat berat
  • terkadang ., menjadi begitu sangat sulit

dimana keadaan tidak berubah seperti yang kita inginkan & orang2 tidak memperlakukan kita seperti yang kita harapkan😯

Laiknya wortel .,
kita maju dengan langkah tegap, kuat, tegas dan penuh semangat
tapi,
kita kembali dengan langkah gontai
kita keluar dengan lemah dan lunak
wortel
kita jadi sangat lelah
hilang harapan
berhenti
menyerah
dan

hilang semangat

Semoga kita tidak menjadi sosok Pribadi Wortel

2 thoughts on “Filosofi Wortel

    Mas Rizal said:
    March 18, 2014 at 7:20 am

    SIP…HIDUP WORTEL…😀

    Moh. Nizam Thursana said:
    May 21, 2015 at 10:24 am

    mata sehat karena wortel…tapi nek dicolok no nan mripat yo sakit…:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s