Beban : Sad 4 Happy

Posted on

Hari ini aq bener2 cuapeeeeek banget, betapa tidak bangun2 sudah jam 11.00 WIB dimana waktu Jum’atan menjelang😳

terlepas dari itu semua, ada yang mengganjal di hati cz tiba2 aq lihat di HP ada sebuah message yang masuk dan pas aq buka isinya cuma

Pak

walau aq tau kalau itu dari salah satu anak didik’q di sekolah, tapi kala aq jawab “ada apa ?” ternyata harus melalui proses yang relatif lama untuk mendapatkan jawaban itu😕

tapi keheranan itu makin menjadi-jadi cz sekali sms itu menjawab, maka akan muncul sms lanjutan yang bener2 membuat’q SHOCK😯 cz semuaya berisi luapan hati yang sedang berkecamuk membara🙄

Pengen ngluarin semuanya, nyesek pak. Ak pengen bebas, ak pengen gak ad beban, ak pengen nglupain semuanya pak.

Ak pengen ak lepas dari semuanya pak. Gak ada pikiran seng aneh2, mama papa bisa percaya sama ak, mama papa bisa anggap ak udah bisa lepas meskipun masih tetep dibawah pengawasan mereka.

Ak pengen nyerahtapi ak belum bisa nyerah.

Bapak bener, ak sakit. Sakit perasaan, jiwaku sakit.

Ak gak kuat

Gak tau pak, lagi banyak pikiran. Ak pengen ak gak punyak pikiran, ak gak pengen ak punya beban. Ak gak kuat pak.

Ak gak tau pak, nyesek ae rasane, banyak yang tak pikirin.

eHmmm .,
sebuah perasaan yang bisa menimpa siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin, strata, pendidikan, pekerjaan dsb dimana tidak jarang juga berhasil membuat si penderita menjadi hilang kesadaran hingga melakukan hal2 yang diluar kendali😦

akhir’e aq sedikit tenang pasca berbicara melalui telpon walau singkat cz dia harus sholat dhuhur kemudian masuk kelas guna mengikuti pelajaran selanjutnya.

semoga untaian kata bijak dari bapak Mario Teguh yang aq dapatkan di Facebook

“Engkau yang hati baiknya sedang bersedih, dengarlah ini …
Sesungguhnya, ada kabar mengenai pembahagiaanmu di dalam kesedihanmu.
Maka tersenyumlah melalui kebeningan air matamu.

Karena,
Engkau yang menangis malam ini dalam kesedihan, akan menangis esok dalam kebahagiaan.
Tuhan kami Yang Maha Lembut,

Damaikanlah hati kami yang sedang pedih, mudahkanlah kami mengerti alasan dari kesedihan kami, agar kami bisa segera memperbaiki diri, dan bahagiakanlah kami dalam keluarga yang sejahtera, yang saling mencintai dan setia mengabdi bagi kebahagiaan satu sama lain.

Aamiin”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s