Indonesia Taxs

Posted on

Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dengan tidak adanya kontraprestasi (timbal balik), Yang digunakan untuk pengeluaran umum🙂

Jenis Pajak

  1. Pajak Negara
    • Pajak Penghasilan (PPh) – pajak yang dibebankan pada penghasilan perorangan, perusahaan atau badan hukum lainnya dimana setiap penghasilan yang didapat oleh orang pribadi, badan, BUT (badan yang merupakan cabang usaha dari luar negeri), dan juga dari warisan. Tentunya penghasilan itu telah melewati PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak).
      Contoh: PPh pasal 21;pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan
    • Pajak Pertambahan Nilai (PPN) – pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. Dalam bahasa Inggris, PPN disebut Value Added Tax (VAT) atau Goods and Services Tax (GST).
      Contoh: biasa kalo beli barang dari supermarket kan ada PPN 10%
    • Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) – Pajak ini lebih kurang sama dengan PPN, namun hanya dikenakan kepada barang-barang mewah seperti mobil mewah, kapal pesiar mewah, pesawat pribadi mewah, dan barang yang bersifat mewah lainnya. Hal ini ditujukan untuk mengurangi pemilikan terhadap barang mewah yang dapat menyebabkan kesenjangan sosial (fungsi reguleren).
    • Bea Materai – Materai yang biasa kita gunakan dalam dokumen-dokumen penting yang diatasnya dibubuhi tanda tangan atau cap perusahaan. Nilainya ada yang Rp3000 dan Rp6000. Ini tersedia juga di kantor pos
    • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) – Pajak yang bersifat kebendaan dalam arti besarnya pajak terutang ditentukan oleh keadaan objek yaitu bumi/tanah dan atau bangunan. Keadaan subyek (siapa yang membayar) tidak ikut menentukan besarnya pajak
    • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) – Pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. Artinya hak atas tanah dan bangunan berpindah dari penjual kepada pembeli.
      Contoh: transaksi jual beli rumah/tanah
  2. Pajak Daerah
    • Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) – Pajak ini bersifat kedaerahan, besarnya pajak ditentukan berdasarkan kondisi alam dan masyarakat daerah masing-masing. Jadi, pajak di satu daerah berbeda besarnya karena disesuaikan dengan kebutuhan daearah tersebut.
      Contoh: pajak kendaraan bermotor, retribusi daerah (parkir)


Pemungutan Pajak
Bisa dilakukan dengan cara kekerasan apabila wajib pajak tidak membayar pajak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, cara yang dimaksud antara lain :

  • Surat Paksa
  • Sita
  • Lelang
  • Sandera

Undang – undang Pajak

  1. UU 36 Tahun 2008 – (PPh)
  2. UU 42 Tahun 2009 – (PPN dan PPnBM)
  3. UU 12 Tahun 1994 – (PBB)
  4. UU 20 Tahun 2000 – (BPHTB)
  5. UU 13 Tahun 1985 – (Bea Materai)
  6. UU 28 Tahun 2009 – (PDRD)

tuk lebih tau lebih jauh tentang Pajak (definisi para ahli, ciri2, jenis, fungsi dan peranan serta asas pemungutan pajak😉 ) bisa mampir kesini😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s