Seandainya …

Posted on Updated on

Seandainya … kita tau isi hati Orang Tua kita😕

Anakku yang kusayangi …..
Pada suatu saat dikala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua, cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aq.

Jika banyak makanan yang tercecer dikala aq makan …..
Jika aq mendapat kesulitan dengan mengenakan pakaianku sendiri ….. Sabarlah !
Kenanglah saat-saat dimana aq meluangkan waktuku untuk mengajarimu tentang segala hal yang kau perlu tau, ketika kau masih kecil.

Jika aq mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali, jangan menghentikanku! Dengarkan aq !
Ketika kau masih kecil, kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang, dari malam yang satu ke malam yang lain hingga kau tertidur. Dan aq lakukan itu untukmu !

Jika aq enggan mandi, jangan memarahiku dan jangan katakan padaku bahwa memalukan.
Ingatlah berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu menyuruhmu mandi dikala kecilmu.

Dengan melihat ketidak-tahuanku terhadap teknologi baru, jangan tertawakan aq, tapi berikan aq waktu untuk memahaminya.

Aq mengajarimu banyak hal …..
cara makan yang baik … cara berpakaian yang baik … berperilaku yang baik … bagaimana menghadapi problem dalam kehidupan …

Jika terkadang aq menjadi PELUPA dan aq tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan, beri aq waktu untuk mengingat dan jika aq GAGAL melakukannya jangan sombong dan memarahiku, karena yang penting bagiku adalah ….. “aq dapat bersamamu dan dapat berbicara padamu”.

Jika aq tak mau makan, jangan paksa aq !
Aq tau bilmana aq lapar dan kapan aq tak lapar.

Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku, untuk bergerak seperti sebelumnya …. .
… Bantulah aq dengan cara yang sama ketika aq merengkuhmu dalam tanganku, mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu …..

Dan kala suatu saat nanti, ketika aq katakan padamu bahwa aq tak lagi ingin hidup ….., ketika aq ingin mati ….. jangan marah …, karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti.

Cobalah untuk mengerti bahwa pada usia tertentu kita tidak benar-benar “hidup” lagi, kita hanya “tidak mati“.

Suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa di samping semua kesalahan yang aq buat, aq selalu ingin apa yang terbaik bagimu dan bahwa aq siapkan dasar bagi perkembangan dan kehidupanmu kelak.

Kau tak usah sedih , tidak beruntung atau gagal dihadapanku melihat kondisiku dan usiaku yang sudah bertambah tua.
Kau harus ada didekatku, mencoba mengerti aq bahwa hidupku adalah bagimu, bagi kesuksesanmu, seperti apa yang kulakukan pada saat kau lahir.

Bantulah aq untuk berjalan, bantulah aq pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran.
Satu hal yang membuatku harus berterimakasih padamu adalah senyum dan kecintaanmu padaku

Aq mencintaimu anakku ……..
Ayahmu, ibumu🙂😉

Sumber : Kaskus

4 thoughts on “Seandainya …

    dian fitriyani said:
    October 5, 2010 at 10:30 am

    kerennn abis…
    jadi terharuu kalo bacaa…

    hmm...? said:
    October 13, 2010 at 4:15 am

    thanks

    Satria W said:
    December 15, 2010 at 12:53 pm

    begitu besarnya kasih sayang orang tua T_T

    evrha27 responded:
    December 15, 2010 at 1:29 pm

    @Dian F : yupzzz ., benar2 terharu pas baca’e😉

    @hmm…? : with pleasure😉
    @Satria : betul .. betul .. betul .. . Kasih orang tua tiada batas serta tak lekang oleh ruang dan waktu😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s