Alasan = Gagal

Posted on Updated on

  • “Saya akan melakukannya setelah lulus kuliah dan jadi sarjana”
  • “Jika saya sudah berumur …. tahun, baru saya akan melakukannya”
  • “Biar orang lain melakukannya dulu, jika terlihat bagus saya mau deh”
  • “Ah, nanti saja saya ambil peluang itu”
  • “Saya tidak berani melakukannya sekarang, butuh waktu …”

Rangkaian kata2 atau ucapan di atas seringkali terdengar disekitar qt😕 malah ., disadari atau tidak terkadang qt dengan sengaja dan seolah tanpa beban mengucapkannya. Memang bisa sedikit dimaklumi kalau kata2 itu terucap dikarenakan ketidak-siapan qt dalam memulai sesuatu😦
tapi .,
di lain waktu atau masa, yang cukup ironis adalah adanya kata2 balasan yang acap kali terlontar dimana notabene lebih pas dan mantap qt sebut sebagai alibi untuk menutupi beragam rasa sesal😥

  • “Seandainya sejak dulu saya memulainya, saya pasti ga bingung cari kerja”
  • “Andai aku melakukannya beberapa tahun lalu, pasti nasibku tidak seperti sekarang :)”
  • “Seharusnya aku yang mengambil kesempatan itu, bukan orang lain”
  • “Andai saja dulu saya yang ambil peluang itu”
  • “Bodohnya aku karena dulu ketakutan tak beralasan”

Fakta
Terjadinya rutinitas penundaan adalah dikarenakan timbulnya rasa minder, takut dan kurang percaya diri (PD) pada diri, padahal kalau ditelaah dan menyisihkan waktu sebentar untuk melakukan perenungan akan qt dapatkan sebuah clue bahwa QT tidak akan pernah lebih siap daripada saat QT merasa QT harus siap. Hingga QT melakukannya, QT tidak akan pernah tahu sesiap apa QT saat ini😕

😉 Do what you can do know😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s