Tentang Bingung

yupzzz .,
Setiap kita pasti mengalami dan merasakan BINGUNG, bahkan selama kita masih bernafas perasaan itu akan selalu ada dan menemani dengan setia di dalam menjalani hidup dan kehidupan :?

Diakui atau tidak …
Disadari atau tidak …
Sering kali kita mendapati diri kita terjebak dalam suasana kebingungan dimana seolah2 kita tidak tau harus berbuat ap :oops:

Untuk membantu menganalisa diri dari balutan rasa Confuse yang mendera, myB kita bisa meluangkan waktu sejenak tuk merenungkan rangkaian pertanyaan yang disajikan oleh Bpk. Mario Teguh berikut :
berpikir

  1. Apakah mudah bagimu untuk menunda ?
  2. Apakah mudah bagimu untuk memutuskan beristirahat, meskipun engkau belum letih ?
  3. Apakah engkau sering menolak ajakan baik temanmu dengan kata-kata “Males ah!
  4. Apakah mudah bagimu untuk melek malam tanpa guna dan tujuan, dan sulit bagimu bangun pagi ?
  5. Kapankah terakhir kali engkau berdoa, sembahyang, atau berdialog dengan Tuhan ?
  6. Apakah hatimu penuh curiga ?
  7. Apakah engkau cepat marah dan lama tetap marah ?
  8. Apakah engkau menikmati kesedihan ?
  9. Apakah engkau merasa diperlakukan tidak adil oleh kehiduupan ?
  10. Apakah engkau merasa sebagai korban ?

Setelah menjawab dengan JUJUR pertanyaan2 di atas dan menemukan sebuah kesimpulan bahwa 90% memilih jawaban “YA“, maka sungguh dengan sebenar2nya kita mengetahui apa penyebab dari kebingungan itu :!:

Kebingungan Besar adalah hasil dari ketidak-tegasan kecil yang dibiarkan menjadi kebiasaan

maka dari itu .,
segeralah kita untuk melakukan kebaikan yang telah lama kita biarkan terlantar dari perhatian kita :lol:


Lakukanlah sesuatu yang baik
Cobalah untuk menuruti nasihat baik
Lebih baik jelas-jelas salah karena mencoba, daripada tidak pernah jelas salah atau benar, dan menua dalam kebingungan yang melemahkan jiwamu

Engkau jiwa baik yang dicintai Tuhan
Jika tidak, mengapakah pertanyaan-pertanyaan itu menggetarkan hatimu?
Sesungguhnya, hatimu telah lama memberitahumu, tapi telah lama juga kau abaikan
Hari ini, lebih ramahlah engkau kepada hati baikmu

Career Destroyer

Ketika menjadi karyawan, kita sering bertanya2 terutama pada diri sendiri perihal “Siapa yang lebih enak , jadi BOS ato STAFF .??

Terlebih kalau2 menyangkut urusan gaji bin salary, pasti kacamata yang sering kita pakai sebagai tolak ukur adalah karyawan elit (tingkat tinggi) atau para bos dan pimpinan perusahaan tanpa pernah berpikir bahwa ada hal2 yang mempengaruhi kenapa gaji kita kecil :?

gagalSehingga tanpa disadari, kebanyakan dari para karyawan pun melakukan hal2 yang malah berujung pada peghancuran karirnya sendiri :oops:

  1. Ketidakmampuan dalam bekerja
  2. Sulit bekerja dalam sebuah teamwork
  3. Gagal On Time
  4. Suka memanfaatkan beragam fasilitas (perusahaan)
  5. Bergaya (sok) eksklusif
  6. Menjalin (hubungan) asmara dengan rekan (sekantor)
  7. Tidak berani mengambil resiko
  8. Tidak mempunyai tujuan
  9. Terkesan semau gue dan sembrono bin ceroboh
  10. Tidak pandai menjaga mulut

Kualitas Pendidikan Kita

Disadari atau tidak, diakui atau tidak kualitas pendidikan di negara QT masi sangat rendah :( pun walau di sisi lain kita menjumpai bahwa anak2 pribumi menjuarai olimpiade pendidikan (matematika, fisika, kimia dsb) dan mengharumkan nama bangsa di ajang internasional ;)

Tapi .,
itu adalah sebagian kecil dari seluruh volume pendidikan di negara kita .. Coba kita tengok proses dan pola pendidikan di daerah pesisir, pelosok desa, pegunungan apalagi di pedalaman hutan seperti Kalimantan dan Papua :lol:
padahal ., di kota2 besar saja proses dan pola itupun terkesan sama atau tidak jauh berbeda :? malah yang ada adalah timbulnya kesan ANEH :?:

kog BISA .???

Sebagaiman aq dapatkan informasi dari Kaskus, mungkin hal2 berikut menjadi sebab rendahnya kualitas pendidikan kita :(

  1. Pembelajaran yang terpaku pada buku paket (KURIKULUM BUKU PAKET)
  2. Model pembelajaran Ceramah melulu
  3. Kurangnya daya dukung sarana prasarana dari regulator
  4. Peraturan (kurikulum) yang membelenggu
  5. Guru tidak mengajari keterampilan bertanya, murid tidak berani bertanya (KOMPETENSI SETENGAH)
  6. Guru tidak berani mengajukan pertanyaan terbuka (KURANG KREATIF)
  7. Siswa menyontek, guru pun juga (BUDAYA MENYONTEK)

Gaji Kecil .. .

Hal2 yang mempengaruhi gaji seseorang (kita) itu kecil :?:

  1. Pendidikan Standar
  2. Usia Muda
  3. Pengalaman Minim
  4. Hanya Staf
  5. Lahan Kering
  6. Kerja Lapangan
  7. Status (tetap, pegawai kontrak waktu tertentu (PKWT), consultant atau non-staff)
  8. Bad Attitude
  9. Diskriminasi

Mani, Madzi dan Wadi

Mani
Cairan berwarna putih yang keluar memancar dari kemaluan, biasanya keluarnya cairan ini diiringi dengan rasa nikmat dan dibarengi dengan syahwat. Mani dapat keluar dalam keadaan sadar (seperti karena berhubungan suami-istri) ataupun dalam keadaan tidur (biasa dikenal dengan sebutan “mimpi basah”).
Keluarnya mani menyebabkan seseorang harus mandi besar / mandi junub. Hukum air mani adalah suci dan tidak najis ( berdasarkan pendapat yang terkuat). Apabila pakaian seseorang terkena air mani, maka disunnahkan untuk mencuci pakaian tersebut jika air maninya masih dalam keadaan basah. Adapun apabila air mani telah mengering, maka cukup dengan mengeriknya saja. Hal ini berdasarkan perkataan Aisyah, beliau berkata “Saya pernah mengerik mani yang sudah kering yang menempel pada pakaian Rasulullah dengan kuku saya.” (HR. Muslim)

Wadi
Air putih kental yang keluar dari kemaluan seseorang setelah kencing. Keluarnya air wadi dapat membatalkan wudhu. Wadi termasuk hal yang najis. Cara membersihkan wadi adalah dengan mencuci kemaluan, kemudian berwudhu jika hendak sholat. Apabila wadi terkena badan, maka cara membersihkannya adalah dengan dicuci

Madzi
Air yang keluar dari kemaluan, air ini bening dan lengket. Keluarnya air ini disebabkan syahwat yang muncul ketika seseorang memikirkan atau membayangkan jima’ (hubungan seksual) atau ketika pasangan suami istri bercumbu rayu (biasa diistilahkan dengan foreplay/pemanasan). Air madzi keluar dengan tidak memancar. Keluarnya air ini tidak menyebabkan seseorang menjadi lemas (tidak seperti keluarnya air mani, yang pada umumnya menyebabkan tubuh lemas) dan terkadang air ini keluar tanpa disadari (tidak terasa). Air madzi dapat terjadi pada laki-laki dan wanita, meskipun pada umumnya lebih banyak terjadi pada wanita. Sebagaimana air wadi, hukum air madzi adalah najis. Apabila air madzi terkena pada tubuh, maka wajib mencuci tubuh yang terkena air madzi, adapun apabila air ini terkena pakaian, maka cukup dengan memercikkan air ke bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah terhadap seseorang yang pakaiannya terkena madzi, “cukup bagimu dengan mengambil segenggam air, kemudian engkau percikkan bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad hasan). Keluarnya air madzi membatalkan wudhu. Apabila air madzi keluar dari kemaluan seseorang, maka ia wajib mencuci kemaluannya dan berwudhu apabila hendak sholat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah, “Cucilah kemaluannya, kemudian berwudhulah.” (HR. Bukhari Muslim)

Sumber : Muslim.or.id