Packet Treacer in Linux

Setelah berhasil melakukan instalasi Packet Tracer di Windows dan sempat latihan bersimulasi dalam mengkonfigurasi sebuah jaringan ;)

akhirnya, demi melatih dan menempa diri (itung2 menambah pengalaman) saya memutuskan untuk menginstall Packet Treacer di Linux dimana sebelumnya saya sudah melakukan formasi Dual Boot pada Lapi dengan menggabungkan Windows 7 dan Linux Mint 11 (Kayta) :cool:

Pertamanya sihhh, cari2 tutorial dari mbah google. Dan walaupun sudah menemukan, masih saja terlintas perasaan takut crash, salah hingga takut lapi hang. Tapi karena sudah terlanjur nekat, terlebih dengar kabar dari kawan2 bahwa untuk materi perkuliahan selanjutnya prosesi simulasinya dilakukan menggunakan Linux :mrgreen:

Pasca testing sesuai tutorial, ternyata prosesnya tidak sesulit dan serumit yang aq bayangkan :oops: cz paling yang bikin lama adalah acara download Packet Tracer versi Linux yang sizenya lumayan besar (hampir 100Mb). Adapun prosesi instalasinya bisa dibilang mudah (bagi nuwbie yaa harus perlahan) dan lebih simple daripada di windows (hehehheeee …)

Langkah Instalasi

  1. download file Packet Tracer versi Linux
  2. Buka Terminal
  3. Login as Root
  4. Copy’kan file ke directory /home
  5. Masuk ke direktory /home dan Lakukan chmod 777
  6. Install
  7. Cek hasil di Application – Internet – Cisco Packet Tracer

Notes :

  • Download Installer versi Linux Disini
  • Unduh panduan instalasi : Here

Linux via USB

Yupzzz ,
Ini adalah pengalaman’q kala minta bantuan seorang kawan tuk mengcopy file .ISO Linux guna aq install di laptop sehingga jadi Dual Boot yaitu sebuah sistem yang memungkinkan 2 sistem operasi (OS) dapat dijalankan dalam 1 PC atao laptop.

Tau kebingungan’q dikarenakan lupa bawa CD-R tuk burning filenya, eHhh si-teman malah nanya apa aq bawa USB tuk diisi program image sehingga bisa dijadikan sebagai penganti CD Installer Linux :?

Dengan masih menyisakan rasa bingung, penasaran dan tanda tanya yang menyelimuti, akhirnya aq tau juga ;)

eHmmm ,
ternyata si-teman menggunakan Unetbootin yaitu sebuah aplikasi yang memang dirancang khusus untuk memudahkan user dalam membuat “Bootable Live USB untuk beragam distro Linux laiknya Live CD tapi tanpa melakukan burning CD :cool: Continue reading

7 Jendela Julia

Sebenarnya ini adalah kisah “My R46 ”.
Lapi merk BenQ yang sudah menemani perjalanan hidup’q selama 1.5 tahun ini sebelumnya diakuisisi secara mutlak dan aklamasi oleh 7 Jendela dimana tidak bisa dipungkiri telah banyak membantu’q dalam menyelesaikan beragam permasalahan selama ini ;)

Tapi ,
Diakui atau tidak, dibalik beragam kemudahan yang diberikan ternyata masih menyisahkan sedikit rasa galau, takut dan was2 terlebih jika sudah menyangkut masalah VIRUS dan belbagai ragam jenisnya :oops:

Yupzzz .,
guna meminimalisir rasa khawatir yang sempat menyelimuti, aq tertarik untuk kembali melakukan MERGER dengan salah satu distro Pinguin yang sempat aku abaikan sebelumnya :?

Akhirnya, Ditengah kesepakatan merger itu kemudian disepakati untuk memakai jasa Julia guna melengkapi proses Dual Boot karena dinilai mudah, familiar dan user frendly :cool:

Aplikasi Qur’an di OpenOffice

Bagi pengguna Word mungkin sudah mafhum untuk menulis Al-qur’an dengan mudah dan cepat bisa menggunakan aplikasi QuranInWord, pun begitu juga dengan pengguna OO writer tak perlu risau dan sedih cz sudah ditemukan aplikasi sepadan bernama QIOO, sebuah extention untuk menampilkan teks Al-Qur’an ke dalam OO Writer :smile:

Langkah :

  1. Download aplikasinya Disini, truzzz ekstrak
  2. Copy font ScheherazadeRegOT.ttf
  3. $sudo bash
    $cp /home/caktuh/Desktop/ScheherazadeRegOT.ttf /usr/share/fonts/truetype/freefont

    tuk versi Windows : copy font ScheherazadeRegOT.ttf ke direktory C:\Windows\Fonts

  4. Pada OO Writer, pilih Tools – Extention Manager truz klik Add tuk install QiOO-0.XX.oxt
  5. Restart OO Writer
  6. Klik Tools – Option – Language Settings – Languages truzzz centang pada opsi “Enabled for CTL (Complex Text Layout)
  7. Coba menampilkan dengan klik menu AlQuran

— Selamat Mencoba :smile: