Menggeser Persepsi
Dalam kaitannya hubungan dengan sekitarnya, manusia yang dalam hal ini adalah kita acapkali memberikan rangsangan berupa respon terhadap apa saja. Dan disadari atau tidak ternyata respon kita terhadap sesuatu itu adakalanya sama dan tak jarang berbeda bahkan terkadang bersebrangan
Terlebih jika “sesuatu” itu berhubungan dengan sesama [terlebih anak2 dan siswa dengan dunianya], yang mana dalam aplikasinya seringkali kita temukan bibit persepsi berbeda yang berbuah perdebatan sengit bahkan permusuhan
MyB .,
kita harus rehat sejenak dan menghela nafas serta menenangkan diri sembari berdialog dengan hati nurani sehingga kita bisa secara perlahan namun pasti menggeser pola pikir dan persepsi tuk mengarah ke zona positif
yupzzz
daripada menganggap anak itu PEMIMPI, lebih baik menganggapnya IMAJJINATIF
daripada menganggap anak itu PEMBOSAN, lebih baik menganggapnya INOVATIF
daripada menganggap anak itu PERUSAK, lebih baik menganggapnya KREATIF
daripada menganggap anak itu TUKANG CORAT CORET, lebih baik menganggapnya SENIMAN
daripada menganggap anak itu TUKANG KELUYURAN, lebih baik menganggapnya PANDAI BERGAUL
daripada menganggap anak itu TIDAK TERDUGA, lebih baik menganggapnya LUWES
daripada menganggap anak itu TIDAK FOKUS, lebih baik menganggapnya SERBA BISA
daripada menganggap anak itu SUSAH MENGHAFAL, lebih baik menganggapnya PUNYA PEMIKIRAN SENDIRI
daripada menganggap anak itu SUSAH DIATUR, lebih baik menganggapnya MANDIRI
daripada menganggap anak itu MENDERITA KELAINAN, lebih baik menganggapnya UNIK
Sumber : Buku 13 Wasiat Terlarang – modified









![Lazy Lass [eXPLoReD] Lazy Lass [eXPLoReD]](http://static.flickr.com/7083/7272226034_3d95aba441_t.jpg)

Pokoknya, selalu memandang positif akan jauh lebih baik bagi anak ya Pak..