Burung Garuda (Sebuah Sejarah)


Kalau sebelum ini kita hanya tau bahwa Burung Garuda sebagai Lambang Negara beserta simbol yang selama ini melekat :

  • bulu leher berjumlah 45 pertanda TAHUN Kemerdekaan
  • bulu sayap masing2 berjumlah 17 pertanda TANGGAL Kemerdekaan
  • bulu ekor berjumlah 8 pertanda BULAN Kemerdekaan
  • mencengkeram pita bertuliskan “BHINNEKA TUNGGAL IKA” pertanda SEMBOYAN NEGARA

maka tidak salah jika mencoba tuk mengenal dan memahami lebih dalam sejarah “Lambang Burung Garuda;)

Napak Tilas
Perancangan lambang negara dimulai pada Desember 1949, beberapa hari setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Belanda. Kemudian pada tanggal 10 Januari 1950, dibentuklah Panitia Lencana Negara yang bertugas menyeleksi usulan lambang negara yang menghasilkan keputusan menerima rancangan karya Sultan Hamid II yang bernama lengkap Syarif Abdul Hamid Alkadrie, sultan dari Kesultanan Pontianak yang pernah menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Kalimantan Barat dan juga Menteri Negara Zonder Portofolio pada era Republik Indonesia Serikat.

Setelah mengalami penyempurnaan melalui usul Presiden Sukarno dan masukan berbagai organisasi lainnya, pada bulan Maret 1950 resmi menjadi lambang negara seperti yang kita kenal sekarang hanya ., rancangan final lambang negara diperkenalkan ke masyarakat dan mulai digunakan pada tanggal 17 Agustus 1950 dan disahkan penggunaannya pada 17 Oktober 1951, tapi penggunaan nama Garuda Pancasila sebagai nama resmi lambang negara baru disahkan pada tanggal 18 Agustus 2000 oleh MPR melalui amandemen kedua UUD 1945 :cool:

Makna
Garuda Pancasila terdiri atas tiga komponen utama, yakni Burung Garuda, Perisai, dan Pita Putih :?

Burung Garuda
Merupakan burung mistis yang berasal dari Mitologi Hindu, India dan berkembang di wilayah Indonesia sejak abad ke-6 melambangkan kekuatan, sementara warna emas pada burung garuda itu melambangkan kemegahan atau kejayaan. Jumlah bulu pada setiap sayap berjumlah 17, bulu ekor berjumlah 8, bulu pada pangkal ekor atau di bawah perisai 19, dan bulu leher berjumlah 45. Jumlahtersebut jika digabungkan menjadi 17-8-1945 yang merupakan tanggal di mana kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.

Perisai
Perisai yang dikalungkan melambangkan pertahanan Indonesia yang mengandung 5 simbol dari perlambangan Dasar Negara

  1. Bintang bersudut lima – sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa
  2. Rantai – sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Pohon Beringin – sila ketiga, Persatuan Indonesia
  4. Kepala Banteng – sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Padi dan Kapas – sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  6. Garis hitam tebal melintang di tengah perisai – garis khatulistiwa yang melintang melewati wilayah Indonesia
  7. Warna merah dan putih – warna bendera negara Indonesia, melambangkan keberanian dan kesucian

Pita Putih
Pada bagian bawah Garuda Pancasila, terdapat pita putih yang dicengkeram, bertuliskan “BHINNEKA TUNGGAL IKA” ditulis dengan huruf latin, yang merupakan semboyan negara Indonesia. Perkataan bhinneka tunggal ika merupakan kata dalam Bahasa Jawa Kuno yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua“, diambil dari Kakimpoi Sutasoma karangan Mpu Tantular, seorang pujangga dari Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Perkataan itu menggambarkan persatuan dan kesatuan Nusa dan Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai pulau, ras, suku, bangsa, adat, kebudayaan, bahasa, serta agama.

Sumber : Kaskus ;)

About these ads

2 thoughts on “Burung Garuda (Sebuah Sejarah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s