
Sumber Link :
Google
Ketika masyarakat lagie bersuka cita menyambut kebebasan Prita Mulyasari dan disibukan dengan beragam persiapan dalam penyambutan Tahun Baru 2010 yang akan hadir dalam hitungan jam, menit dan detik
tiba2 semua seolah dikejutkan dengan berkumandangnya bait2 indah karya Ismail Marzuki
Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri Continue Reading »
Akhirnya Prita Mulyasari yang tersangkut masalah “Pencemaran Nama Baik” terhadap RS OMNI Internasional diputuskan bebas oleh PN Tangerang Banten
sebagaimana kata Ketua Majelis Hakim PN Tangerang Arthur Hangewa sebelum mengetuk palunya Selasa (29/12/2009)
“Membebaskan terdakwa dari semua dakwaan. Memulihkan hak terdakwa serta martabatnya,”
Hari Ibu
Ada apa dengan hari ibu
kenapa harus dirayakan dan diperingati
mang siap penggagasnya
kenapa juga harus tanggal 22 Desember
momen apa yang diinginkan
adakah motif dibalik itu semua
Hari Ibu
bahagialah hati seorang ibu .. Continue Reading »
Ketika sebuah do’a terpanjat tuk menjadi seonggok diri penuh makna dan rasa, tiba” sepercik keinginan yang selama ini sengaja dipendam terbelenggu dalam cawan hati berhasil lolos dan menggelar demo besar2an dengan dukungan jutaan neuron hingga berimbas pada kinerja hipotalamus yang tidak beraturan.
Untaian do’a pun seolah lenyap sirna tak berbekas meninggalkan rentetan kalimat hampa tanpa makna tatkala penyakit gila no 17 itu datang bertamu. Hingar bingar demo yang telah meluluhkan kepekaan dan keperkasaan lobus frontal benar2 telah membuat tak satupun ide jernih berani keluar, laiknya mencari kebenaran di balik Skandal Century di negri “gemah ripah loh jinawi” ini
what I’ve to do ?
- mengikuti keinginan para demonstran
- keep cool ‘n calm
- ato …
Ya 4JJ hanya pada-Mu lah tempat mengadu, tunjukkanlah padaku “jalan terbaik” yang sesuai dan selaras dengan ridho-Mu …..
Prita Mulyasari, tokoh baru pergerakan masyarakat kecil yang berjuang melawan sebuah tirani kekuasaan dengan simbol KOIN sebagai perlambang persatuan dan kesatuan masyarakat kecil terhadap kediktatoran hukum yang banyak merangkul dan memanjakan para “manusia berduit” Continue Reading »

- Wong sing ORA JUJUR – Wong sing nek ngentut terus nyalahke wong liyo
- Wong GOBLOG – Wong sing ngampet ngentut sampai jam-jam an
- Wong sing JEMBAR WAWASAN’E – Wong sing ngerti kapan kudu ngentut
- Wong sing SENGSORO – Wong sing pengin banget ngentut ning ora iso ngentut
- Wong sing MISTERIUS – Wong sing nek ngentut wong liyo ora ono sing ngerti
- Wong sing GUGUPAN – Wong sing ujug-ujug nyetop entute nek pas lagi ngentut
- Wong sing PERCOYO DIRI (PD) – Wong sing ngiro nek entute dhewe ambune mesti wangi
- Wong sing KEJEM (SADIS) – Wong sing nek ngentut terus dikibasno nang koncone
- Wong sing ISINAN – Wong sing nek ngentut terus ke’isinan dhewe
- Wong sing STRATEGIS – Wong sing nek ngentut ning ngarep’e wong lio iso nylamurke entut’e nganti wong lio ora kepikiran maneh Continue Reading »
Bos berhemat anggaran,
Staff bilang “Dia kepelitan!”
Bos menetapkan deadline,
Staff bilang “Ini tekanan!”
Bos suka mengontrol,
Staff bilang “Kayak diktator!”
Bos membuat keputusan primer-sekunder,
Staff bilang “Otoriter!”
Bos memberikan kelonggaran,
Staff bilang “Di mana ketegasan?”
Bos akrab dengan para kolega,
Staff bilang “Kurang wibawa.”
Bos mengkritik,
Staff bilang “Dasar orang sulit!”
Bos terpaksa menunda pembayaran gaji,
Staff bilang “Manipulasi!”
Bos menyesuaikan kualitas kerja dengan nilai intensif,
Staff bilang “Diskriminatif!”
Bos minta kerja ekstra,
Staff bilang “Ini eksploitasi, Saudara-saudara!”
Bos memangkas biaya agar perusahaan tidak K.O,
Staff bilang “Ayo kita demo!”
Jadi mana yang lebih enak?
Jadi bos atau staff?
“Kerjaku, Ibadahku (Elie Mulyadi)”
Lembaga pengawas korupsi internasional Transparency International (TI) kembali merilis Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perceptions Index) tahunan. Daftar negara terkorup dengan skor 10 itu dirilis kemarin (17/11). Kali ini, Selandia Baru menduduki peringkat teratas negara terbersih.
Negara Kiwi tersebut memperoleh skor tertinggi 9,4. Selisih 0,1 poin dengan Selandia Baru adalah Denmark, yang menduduki peringkat kedua dengan skor 9,3. menyusul di belakang Denmark adalah Singapura dan Swedia, masing-masing dengan skor 9,2. Keduanya sama-sama menduduki peringkat ketiga. Namun, Swiss yang berada di urutan berikutnya dengan skor 9,0 dianggap menduduki peringkat kelima. Continue Reading »












